Jumat, 14 Agustus 2015 - Unknown
WOW!
Such amusing and good job, Holmes! Those words which represent another
Sherlock Holmes’s serial story in his movie tonight are my words coming through
out of my mouth in sudden when the movie came to end. The title is Blind
Banker. At first I did not know or recognize and even cannot guess very well
what this title mean. But when the film starting in the beginning, it seems
that I can guess it a little from the first murder case. It told that the
freaking murder left codes on the wall. It was coming from the graffiti, yellow
paint. It painted on picture, the eyes of this painting or picture was
scratching by its tint (cat buat gambar di tembok, aku lupa namanya). And besides
this painting, another code left well there and it was written in ancient
Chinese number (read it as 15 number, when you read these two words together). Sherlock
was looking for what this code mean actually because it is not part of
cryptography, and he said that the code cannot overcome by technology like
computer just like cryptography does. Besides, this case was linked with the
lost of a Chinese valuable antique object that was a hair pin worth for nine
million pounds. He and his companion was walking on for several dangers step by
step just to get to know the mean of this code and what the Chinese smuggler
looking for in England.
![]() |
The Painting |
The case started with the murdered
banker in his flat. It was really close murdered case because all of the ways
connect with this flat was closed such as door and window. His flat was
approximately on fourth floor that make it impossible for people especially the
murderer to climb the building like Spiderman and kill the banker. Nobody
understands what he thought at that time just because of his assuming.
Category:
MovieReview,
Review,
Sinopsis
0
komentar
Jumat, 20 Maret 2015 - Unknown
Baru saja aku membaca cerita pendek dari
sebuah buku online di wattpad yang berjudul "Creepypasta". Pertama
kali aku membaca judulnya pasti isinya adalah segelintir cerita yang berbau
horor, misteri bahkan bisa juga cerita seorang psikopat. Entahlah, yang pasti
kumpulan isi ceritanya adalah cerita yang mengerikan. Kali ini aku mau
nge-review salah satu judul cerita yang ada di buku itu yang menurutku,
ceritanya menarik. Judulnya, "Hunger".
![]() |
Kisah ini bercerita tentang dua orang dokter yang
bersahabat. Mereka berdua sering bertukar pasien ketika salah satu diantara
keduanya sedang sibuk atau kosong. Hal itu sudah biasa mereka lakukan. Hingga
suatu hari sahabat dari dokter A (aku sebut
dokter A dan B disini, karena memang nama tokohnya tak disebutkan dengan
pasti) memintanya untuk menyelesaikan satu kasus yang sedang ia tangani. Dokter
A menyanggupinya karena memang ia sedang tak begitu sibuk menangani kasus.
Sahabatnya itu pun mengirim pasiennya dengan hanya menyebutkan namanya saja.
Malangnya, sesuatu terjadi dengan pasien tersebut di tengah perjalanan menuju
kantornya di lantai 11. Sedang kantor dokter B ada di lantai 10. Pasien itu
pergi memakai lift. Awalnya, dokter A curiga karena menunggu begitu lama hingga
ia keluar kantor bermaksud untuk melihat apa yang terjadi dengan pasien
tersebut. Sayangnya, lift yang ditumpangi pasien itu macet. Dokter A berkesimpulan
kalau lift itu akan bertahan selama satu jam. Ia berharapa pasiennya baik-baik
saja. Pasiennya kali ini mengalami gangguan pola makan atau yang biasa disebut
bulimia adalah suatu gangguan yang bisa menyebabkan penderitanya untuk selalu
memuntahkan makanannya. Dan benar perkiraan dokter A bahwa lift itu akan bisa
berjalan kembali usai satu jam. Anehnya, ketika ia mencoba untuk menjemput
pasiennya.
Category:
Review,
ShortStory,
Sinopsis
0
komentar
Jumat, 06 Maret 2015 - Unknown
Satu lagi
lagu Drakor yang bagus, menurutku. Judulnya Never cry by E.D.E.N , yah meski aku belum babat habis filmnya.. aku suka banget sama
lagu ini. klo gak salah nih lagu jadi closing song as I remembered hehe.
Sekedar info, film ini bercerita tentang seorang karyawan pembuat desain iklan
jenius. Awalnya tidak ada satupun orang yang mau mempekerjakannya karena ia
lulusan dari universitas swasta di desa (Bukan S University pastinya J)) Dan ketika ia berhasil mendapatkan pekerjaan sesuai yang
diharapkan tak disangka ia bertemu dengan teman lama sekaligus atasan di tempat
Lee tae baek bekerja. Dan begitulah cerita ini dimulai.
So, let’s
cekidot lirik lagu+translatenya ,, <3 :))
Romanized:
Never
cry never say, i’ll never love sumgyeodun nae mameul
Never stay never see, i’ll never love neol
wihan geojitmal
Gamchwodun
maeum modu da moaseo ni ape seoisseosseo
Ni nuneun meongose isseo broken heart!
Never
cry never say, i’ll never love neol wihan geojitmal
Cheoeum
bon geunal nun busin neol. Nan eoreumcheoreom gudeo neol boatji.
Ijeneun neo eomneun sesang salsu eobseo.
Neoreul jikilkke.
Haruharu duryeowo tteoneun neol barabon nae
maeumeun
Geu nuguboda deo neol akkineun saram
Nan neo hanaman neoui haengbongman wihayeo i
love u
Category:
Kdrama,
Lyric
0
komentar
- Unknown
Ini salah satu lagu favoritku di drama It's Okay, It's Love ^^ . Ini juga lagu debut Chen EXO dalam Kdrama dan suaranya euh, merdu sekali. Pertama mendengarnya saja aku langsung suke hehe... dan ini lirik lagu + translate b.inggrisnya ... Cekidot <3 :))
Romanized:
Amuraedo nan niga joha
Amureon maldo eobsi utdeon nareul anajwo babe
Oneureul gidaryeotjyo
Geudae dalkomhan nareul bwayo geudae ye
Jikyeojulgeyo babe
Maeil maeil kkumeul kkujyo
Geudae soneul japgo naraga yeongwonhi eonje
kkajina
Bogo sipeun naui sarang unmyeong ijyo
Pihalsudo eobtjyo
Every day i’m so lucky
Sumgyeowatdeon nae mameul gobaek hallae
neoreul saranghae
Tteollideon nae ipsuldo geudae
seolledeon i maeumdo
Geudae nae sarangijyo babe
Ireonge sarang ingeol aljyo
Geudaega isseo haengbok hajyo ye sarangiyeyo
babe
Maeil maeil kkumeul kkujyo
Geudae soneul japgo naraga yeongwonhi eonje
kkajina
Bogo sipeun naui sarang unmyeongijyo
Pihalsudo eobtjyo
Every day i’m so lucky
Sumgyeowatdeon nae mameul gobaek hallae
neoreul saranghae
Category:
EXO,
Kdrama,
Lyric
0
komentar
Kamis, 05 Maret 2015 - Unknown
Bersalah. Guilty. Satu
kata yang bisa menggambarkan perasaanku saat ini. Aku merasa bersalah sekali
akhir-akhir ini. Entahlah, aku tak tahu apa yang sudah kuperbuat. Hanya saja
persaan itu muncul begitu saja dan membuat hilang seluruh plan yang tlah kubuat
nanti. Kalau diingat, aku merasa bersalah kepada banyak orang. Tak sedikit
orang yang tak aku tlah kulukai, menurutku. Mulai dari tetangga, teman, guru
atau dosen bahkan saudara sendiri! Akh, ada apa dengan diriku sekarang? Aku
bingung. Sebenarnya aku sudah meminta maaf kepada saudaraku akan hal sudah aku
perbuat padanya. Tapi anehnya, ia cemberut dan menatapku heran. Sedangkan
temanku hanya menatapku sekilas saja. aku tak tahu apa dia tak mendengar ucapan
maafku atau dia mendengarnya tapi
berpura-pura seolah tak terjadi apa-apa atau ada hal lain yang sedang
dipikirkannya.
Aku tak mengerti. Pikiranku tak tenang. Aku tak bisa lakukan hal apapun sekarang. Kalau
dipikir-pikir aku akui aku sudah melakukan sebisaku walau tak maksimal, tapi setidaknya aku sudah berusaha. Aku tahu
kalau usahaku belum cukup bahkan masih jauh dari yang diharapkan. Sekali lagi
aku dirudung masalah yang tak jelas. Tak jelas darimana aku mulai berpikir dan
merasa seperti ini hingga tak tahu bahkan tak jelas bagaimana aku bisa melewati
masalah ini. Yang pasti. Aku rasa aku hanya perlu menulis unek-unekku, pikiran
dan mengosongkan isi otakku. Aku bukan pemikir. Bahkan pencetus ide yang baru.
Aneh memang mengingat aku hanya seorang pelajar biasa yang terlalu banyak
berpikir atau pikiran. Sudah banyak yang berkata atau menasihatku kalau aku
harus santai. Jangan tegang. Rileks. Bahkan aku kembali ingat kalau akhir-akhir
ini aku juga menjadi sering pelupa. Aku pernah lupa tentang apa yang mau aku katakan
kepada saudaraku, dan hal itu terjadi hanya dalam waktu sedetik. Bayangkan!
Waktu sedetik saja aku bisa lupa. Tampak seperti aku sedang mengidap depresi
akut bukan.
Category:
perenungan diri,
try to do something
0
komentar
Selasa, 03 Maret 2015 - Unknown
Aku teringat akan masa dimana pertama kalinya aku mengendarai motor di jalan raya. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja hingga suatu hari ketika ada operasi di jalan raya aku bingung harus berbuat apa karena waktu itu adalah waktu dimana aku berangkat ke sekolah. Aku ingat kalau aku belum mempunyai SIM. Aku pun memberhentikan motorku dan berusaha serileks mungkin agar tidak terlihat mencurigakan di depan mereka yang berseragam hijau. Aku benar-benar nervous kala itu karena aku akui kalau aku memang salah. Aku tahu kalau sebagai warga Negara yang baik aku harus mematuhi setiap peraturan atau norma hukum yang ada. Sebagai contoh, seorang pengendara yang baik itu selain mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, harusnya juga memenuhi syarat dan perlengkapan berkendara. Salah satunya adalah dengan memiliki SIM. Untungnya ketika giliranku tiba, polisi tadi bertanya dengan suara lantang dan keras, “Punya SIM?”. Aku pun langsung menjawab, “Punya, pak”.
Waktu
itu aku hanya menyodorkan STNK saja dan beliau kembali bertanya, “SIM nya ada?”.
“Ada pak”, jawabku dengan tegas. Aku pun menggerakkan tanganku untuk kembali
membuka tas. Ketika aku tengah asyik membuka tas tanpa tahu apa yang sedang
kucari tiba-tiba pak polisi tadi mempersilahkan aku untuk maju dengan
menyerahkan kembali STNK kepadaku. Alisku sempat bertemu dan berkata dalam
hati. Apa benar ini sudah tidak apa-apa? Apa benar
sudah boleh lanjut?, Batinku. Aku pun kembali memasukkan STNK ku ke dalam dompet
dan tas setelah memajukan motorku. Dengan kaki yang masih gemetaran aku
memperhatikan sekelilingku dan benar itu adalah tempat dimana pengendara yang
sudah diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Mereka yang berseragam hijau
benar-benar sudah berada dibelakangku. aku tak percaya kala itu bahwa aku
benar-benar telah melewati mereka!
Category:
Cerpen,
My duty,
ShortStory
0
komentar
Langganan:
Postingan (Atom)