Tampilkan postingan dengan label My duty. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label My duty. Tampilkan semua postingan

POLISI JUGA MANUSIA (Cerpen)


Aku teringat akan masa dimana pertama kalinya aku mengendarai motor di jalan raya. Pada awalnya semua berjalan baik-baik saja hingga suatu hari ketika ada operasi di jalan raya aku bingung harus berbuat apa karena waktu itu adalah waktu dimana aku berangkat ke sekolah. Aku ingat kalau aku belum mempunyai SIM. Aku pun memberhentikan motorku dan berusaha serileks mungkin agar tidak terlihat mencurigakan di depan mereka yang berseragam hijau. Aku benar-benar nervous kala itu karena aku akui kalau aku memang salah. Aku tahu kalau sebagai warga Negara yang baik aku harus mematuhi setiap peraturan atau norma hukum yang ada. Sebagai contoh, seorang pengendara yang baik itu selain mematuhi peraturan lalu lintas yang ada, harusnya juga memenuhi syarat dan perlengkapan berkendara. Salah satunya adalah dengan memiliki SIM. Untungnya ketika giliranku tiba, polisi tadi bertanya dengan suara lantang dan keras, “Punya SIM?”. Aku pun langsung menjawab, “Punya, pak”.
Waktu itu aku hanya menyodorkan STNK saja dan beliau kembali bertanya, “SIM nya ada?”. “Ada pak”, jawabku dengan tegas. Aku pun menggerakkan tanganku untuk kembali membuka tas. Ketika aku tengah asyik membuka tas tanpa tahu apa yang sedang kucari tiba-tiba pak polisi tadi mempersilahkan aku untuk maju dengan menyerahkan kembali STNK kepadaku. Alisku sempat bertemu dan berkata dalam hati.  Apa benar ini sudah tidak apa-apa? Apa benar sudah boleh lanjut?, Batinku. Aku pun kembali memasukkan STNK ku ke dalam dompet dan tas setelah memajukan motorku. Dengan kaki yang masih gemetaran aku memperhatikan sekelilingku dan benar itu adalah tempat dimana pengendara yang sudah diperbolehkan melanjutkan perjalanan. Mereka yang berseragam hijau benar-benar sudah berada dibelakangku. aku tak percaya kala itu bahwa aku benar-benar telah melewati mereka!

MENULIS CERITA


Menulis. Satu kata sederhana tapi mampu membuatku pusing tujuh keliling. Why? Kenapa? Bukankah menulis itu mudah? Kan tinggal tulis saja apa yang sedang kamu pikirkan, kerjakan, tak ada tip dan gratis pula. Mungkin itu kata-kata yang terucap oleh sebagian orang yang menjawab pertanyaan diatas. Well, mungkin itu ada benarnya juga. tapi bagiku, orang yang tidak pernah punya pengalaman tulis-menulis cerita atau sharing pengalaman dengan teman minimal itu agak membebani pikiranku. Bisa dibilang aku ini adalah seorang pendengar yang baik. Tak sedikit teman yang curhat atau berbagi pikiran dan pengalaman bahagia, sedih, buntu, tak ada ide bahkan butuh inspirasi datang kepadaku. Sebagai seorang teman yang baik, bolehlah aku membantu mereka atau sekedar memberi komentar atau solusi yang ada berdasarkan sudut pandangku. Dan mereka senang atau puas? Entahlah, aku tak bisa tahu apa yang mereka pikirkan tentang perkataan yang sudah aku lontarkan kepada temanku. Tapi setelah selesai masalah pertama, di lain waktu dan kesempatan salah satu dari mereka datang kembali kepadaku. Menumpahkan segala unek-unek dan problem yang sedang mereka hadapi. Yah, itulah sekelumit aktivitasku selama berada di lingkungan sekolahku dulu. Bisa jadi itu mungkin satu alasan yang membuatku sulit untuk menuangkan apa yanga ada di pikiranku. Tak semudah apa yang dikatakan orang memang. Kelihatannya, aku hanya bisa memberi jalan keluar kepada orang lain. Tapi pada diriku sendiri aku merasa kesulitan. Aku tidak seperti mereka yang bisa terbuka dengan orang dengan mudah. Aku mungkin bisa berpikir dua kali untuk memutuskan membicarakan hal-hal yang bersifat privasi. Memang benar aku kesulitan menuangkan ide dalam bentuk tulisan tapi aku biasanya menghibur dirikudengan mencoret-coret kertas yang ada. Tak sedikit juga cerita yang muncul itu hilang bagai angin yang bertiup sepoi di luar rumah. Aku menghilangkan isi cerita atau unek-uek yang menggangguku. Penutup.

Tugas Literal reading (1) Mid-Test

Mid-test ini tugasnya take home. Berisi beberapa soal dari novel tang harus kami baca " The Kitchen God's Wife " actually, i don't read it at all. it isn't because i'm lazy. No. It's just becausu its has many pages for about 300 to 400s pages. So iwas looking for this summary of novel and characters to get this novel well. Here, are my answers.......

Name                           : Lutfiatul Ilmiyah /  English Literature A
NIM                            : 132154003

1.      Helen is not really Pearl’s Aunt. She is Winnie longtime friend. They visible as a family because they are as close as true sibling. Helen is the only person who knows Winnie’s real story. Both Winnie and Helen are keeping each other’s secrets. When the secrets are disclosed, they still like a family. No anger and abhorrence between Winnie’s family and Helen’s family then.
2.      Winnie gave an empty box to Pearl that it will work to keep them apart; She wants create a distance between them. It shows Winnie grants her own habit of keeping secrets to her daughter’s habit. Winnie said to Pearl that it’s useful to keep her secrets too like her anger, illness and sadness there.
3.      The female characters are the fullest characters. Besides, they are the main characters of the novel; they had been influenced by the characters of male figures. For example, the male characters like Wen Fu have affected Winnie’s life. She cannot see him as anything else but a monster and it different when Winnie seen Jimmy. Jimmy always gave her love so she seen him as an angel.
4.            4.       Winnie wants to clean her pain and bad memories by cleaning her house. It means that she wants to               forget about Wen Fu and her past, but it is difficult to do. Just like stained in Winnie’s life and she                 never gets it out though she had tried hardly.
5.      Winnie’s mother vanished from the house in the morning when Winnie was six years old and nobody knows where she is. She left the house because she abandoned her marriage. It is an important questions too because it’s affected Winnie’s life because of her mother behavior. So that, she has a painful memory of her mother.
6.                                                                           The differences :  Helen’s children are health body, everything should related to money  and arrogant (Bao-Bao), superstitious believing.
Winnie’s children are weak body (Yiku, Danru, Pearl)and plain.
And the similarities are both Helen and Winnie’s child are friendly and nonchalant with their mother.
7.      Phil is Pearl’s husband while Tessa and Cleo are Pearl’s young daughters.

.
Category: 0 komentar

Tugas Bhs. Indonesia Part 1 "Komen mengenai bahasa indonesia saat ini dan harapan kedepannya"

Yeah, inilah tugas matkul bahasa Indonesia pertamaku. Here, we have to make an opinion about Indonesian languange currently and same wishes about them. I would like post it here too. so its just a moment that i won't forget it easily. ^^

Nama                           : Lutfiatul Ilmiyah
Kelas                           : Sastra Inggris A
NIM                            : 132154003
Mata kuliah umum      : Bahasa Indonesia
Tugas
            Sebagai bahasa nasional dan resmi Negara, bahasa Indonesia sudah dikenal hingga penjuru Nusantara. Untuk itu, Tidak ada satupun warga Negara Indonesia yang tidak mengenal bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia pun tidak luput untuk digunakan dalam berkomunikasi. Di masa kini, sebagian besar masyarakat Indonesia masih menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari-hari mereka. Tetapi apabila mereka berada ditempat yang baru, bahasa Indonesia akan muncul kembali alias berfungsi sebagaimana fungsinya. Sehingga meskipun mereka berasal dari berbagai daerah dan suku yang berbeda, mereka tidak akan lagi  mengalami kesulitan dalam berkomunikasi satu sama lain. Untuk itu, bahasa Indonesia dikenal sebagai bahasa pemersatu bangsa. Ada pula sebagian dari mereka termasuk para remaja atau sekelompok golongan tertentu di Indonesia yang membuat istilah-istilah baru dalam komunikasi mereka. Sebagai contoh, kata “masbuloh” yang mempunyai arti “masalah buat loe” dan istilah-istilah lainnya yang lebih dikenal dengan bahasa alay atau lebay di Indonesia. Bahasa itu semakin lama semakin berkembang. Pengaruh globalisasi juga memungkinkan adanya istilah-istilah baru di dalam bahasa tersebut. Kosa kata pun bertambah sedikit demi sedikit. Walaupun demikian, tidak ada yang menyadari akan hal itu. Mereka seakan sudah terbiasa dan tidak mempermasalahankannya sama sekali. Mereka tidak risih dan saling menghargai satu sama lain. Harapan kedepannya, meskipun akan ada lagi berbagai  macam bahasa baru yang muncul untuk menunjang adanya komunikasi di masyarakat, bahasa Indonesia diharapkan masih menjadi alat komunikasi nomor satu di Indonesia.


Category: , 0 komentar